Perajin Harus Kreatif Manfaatkan Pasar Online

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga menegaskan, bahwa para perajin (UKM) di daerah agar lebih kreatif dalam memanfaatkan jaringan internet (online market) dalam memasarkan produk kerajinannya. “Potensi Jambi itu luar biasa, terutama produk batiknya yang amat terkenal. Oleh karena itu, para perajin harus memahami keinginan pasar, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA. MEA itu harus kita jadikan peluang dalam mengembangkan pasar, terutama melalui e-commerce”, kata Bintang saat membuka acara Bimbingan Teknis Pengembangan Desain Produk Kriya UMKM, di Kota Jambi.

Apalagi, lanjut Bintang, masalah klasik yang selama ini membelit kalangan UMKM yaitu permodalan, sudah ada solusinya melalui kredit usaha rakyat (KUR). “Terkait permodalan sudah dimudahkan dengan adanya KUR yang saat ini bunganya sebesar 9 persen pertahun. Bahkan, kredit di bawah Rp25 juta tanpa agunan. Selain itu, para perajin juga bisa mengakses kredit hingga Rp500 juta untuk pengembangan usahanya. Saya berharap kemudahan dan peluang pembiayaan seperti ini bisa dimanfaatkan oleh para perajin, khususnya yang ada di Jambi”, papar Bintang.

Selain masalah modal, kata Bintang, terkait hak cipta juga harus menjadi perhatian serius para perajin di Jambi. Bintang bercerita pengalaman para perajin UKM di Jogja dan Bali yang berpameran di luar negeri, namun produk kreatifnya dipatenkan oleh orang lain di negara tersebut. ‎”Saya kira, terkait pengurusan hak cipta produk perajin di Jambi itu bisa dilakukan secara kolektif melalui Dekranasda Jambi. Kini, pengurusan hak cipta sudah sangat mudah dan gratis hasil kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM dengan Kementrian Hukum dan HAM”, imbuh Bintang.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa program untuk meningkatkan daya saing bagi para perajin di seluruh Indonesia. “Ada program untuk meningkatkan produktifitas, memperkuat kluster produk UMKM. Tuntutan daya saing saat ini sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan global”, kata Wayan.

Wayan juga berharap agar para perajin di Jambi agar segera mengurus hak cipta atas produk kerajinannya, agar tidak ‘dibajak’ saat berpameran di luar negeri. “Selain itu, para perajin juga harus sudah concern menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan, agar lebih mudah masuk ke pasar global”, kata dia.

Selain itu, lanjut Wayan, para perajin di Jambi sudah harus masuk ke pasar e-commerce agar tidak ketinggalan dengan para pesaing di luar. “Kita punya program promosi produk UMKM di pasar dalam negeri dan luar negeri. Saya berharap, program-program tersebut bisa dimanfaatkan oleh para perajin di Jambi untuk memudahkan akses ke pasar dan pembiayaan”, pungkas Wayan. (Achmad Ichsan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *