Kepedulian Astra Untuk Lingkungan Dan Masyarakat

Sejak tahun 2008, Astra telah menanam sebanyak 3.616.084 pohon di beberapa wilayah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah Cianjur saat ini.

Astra International Tbk kembali mengadopsi 1.200 pohon produktif yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat di wilayah Batu Kasur, Kabupaten Cianjur. Dari 1.200 pohon tersebut terdiri dari 500 bibit pohon Gaharu dan 700 pohon lainnya adalah pohon nangka, alpukat, jeruk bali dan jengkol.

Dipilihnya Batu Kasur, karena merupakan wilayah baru yang belum pernah ditanami Astra. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Astra melakukan penanaman pohon ke Desa Tunggilis dan Desa Sarongge. Sehingga, sejak tahun 2010 Astra telah menanam 5.700 pohon di wilayah Kabupaten Cianjur. Dalam adopsi pohon ini, Astra mengandeng Green Initiative Foundation (GIF).

Menurut Head of Public Relations PT. Astra International, Yulian Warman, kegiatan adopsi pohon merupakan bagian dari salah satu pilar kegiatan Corporate Sosial Responbility (CSR) Astra yang terdiri dari Pendidikan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Lingkungan dan Kesehatan. “Pada prinsipnya di mana pun Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sesuai dengan filosofi Catur  Dharma yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

Menurut Yulian, program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Astra untuk melestarikan lingkungan. “Selain itu, kami juga memiliki kegiatan lainnya seperti Kampung Berseri Astra (KBA) yang ada di 18 Kota di seluruh Indonesia, pengembangan RTH. Astra Green Lifestyle,  Astra Green Run (AGR) dan lainnya. Kami akan terus melakukan kegiatan lainnya di seluruh wilayah,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur GIF, Feri mengapresiasi kepedulian Astra dalam program CSR. “Astra merupakan perusahaan yang sangat besar. Namun mereka sangat penduli terhadap lingkungan. Kami sangat mengapresiasi CSR yang dimiliki mereka,” ujarnya.

Feri menambahkan, pihaknya sudah sering melakukan kerjasama dengan Astra sejak tahun 2009. “Mereka konsisten dalam upaya menjaga lingkungan. Sudah banyak daerah sini yang dulunya tandus, kini mulai hijau kembali,” pungkasnya.

Yang istimewa, dari 1.200 bibit pohon yang ditanam, 500 diantaranya adalah bibit pohon Gaharu. Yakni, sebuah pohon yang memiliki nilai investasi karena bisa menjadi bahan baku parfum yang harganya cukup mahal. Saat panen atau setelah tujuh tahun ditanam, gubal atau lapisan hitam pada pohon Gaharu ini nilainya dapat mencapai Rp30 juta sampai Rp50 juta per pohon.

Sebagai informasi, Gaharu merupakan pohon yang selama ini tumbuh liar di hutan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan bisa tumbuh tinggi hingga puluhan meter dengan diameter rata-rata 40 cm hingga 60 cm. Untuk pohon Gaharu liar yang telah ratusan tahun hidup di hutan seperti itu, harga gubalnya bisa sampai Rp500 juta per kilogram setara dengan harga emas.

Kayu Gaharu yang sudah tua sekitar 25 tahun akan menghasilkan gubal akibat infeksi mikroba jenis fusarium sp. Gubal inilah yang bernilai jual tinggi. Gubal biasa dijadikan produk wewangian seperti parfum, dupa dan lainnya dengan kualitas yang sangat bagus dan sering digunakan sebagai bahan baku parfum bermerek.

Selain kegiatan menanam pohon, person in charge (PIC) public relation Group Astra dari 29 perusahaan dan rekan-rekan wartawan mengikuti sharing dan diskusi tentang pelestarian lingkungan di Saung Sarongge. Dalam diskusi tersebut, menampilkan nara sumber penerima semangat Astra terpadu untuk Indonesia Awards 2014, Maharani.

Maharani merupakan anggota kelompok Sahabat Petani Gaharu dari Lombok Tengah, NTB. Ia memaparkan, tentang bagaimana awalnya mengumpulkan 50 petani pemilik pohon Gaharu dan membentuk forum petani pecinta Gaharu di NTB.

Kini anggotanya, sudah lebih dari 200 orang. Kelompok ini, menjadi wadah pertukaran dan penyebaran informasi tentang tanaman Gaharu. “Indonesia baru memasok 10% dari bahan baku parfum dunia. Oleh karena itu, Gaharu adalah salah satu andalan ekspor masa datang yang bisa mensejahterakan petani,” ucap Maharani. (Achmad Ichsan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *