Pentingnya Kontrak Perjanjian Bagi UKM

Banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang dibohongi atau dicurangi oleh konsumen, karena ketidaktahuannya. Menjawab permasalahan tersebut, buatkontrak.com berkomitmen untuk membantu UKM ‘melek’ hukum dan mulai melindungi bisnisnya dengan payung hukum.

 

Ahmad Yani merupakan salah satu pengusaha furniture di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Furniture yang dibuatnya bermacam-macam, mulai dari ukiran-ukiran untuk hiasan dinding hingga perlengkapan kursi, meja, lemari dari kayu Jati. Produk furniture miliknya, di produksi sendiri dengan mempekerjakan beberapa karyawan.

 

Yani, sapaan akrabnya, termasuk pengusaha kecil menengah (UKM) dengan modal terbatas. Tapi usahanya terbilang sukses. Produk furniture miliknya banyak laku terjual, bahkan sampai ada yang di ekspor. “Alhamdulillah, furniture yang saya jual, hampir setiap hari ada yang beli,” tuturnya.

 

Bahkan, Yani pernah mendapat order 200 kursi dan meja dari sebuah perusahaan nasional. Dan dalam transaksi penjualan furniture tersebut, Yani tidak menggunakan kontrak pejanjian tetapi hanya dilandasi saling percaya saja. “Syukurnya, proses transasksinya berjalan lancar,” aku Yani.

 

Namun, lanjutnya, ia juga pernah mengalami wanprestasi dari sebuah perusahaan yang memesan furniture kepadanya. Pasalnya, perusahaan tersebut tidak membayar harga furniture yang telah disepakati. Tapi karena tidak memiliki bukti surat perjanjian hitam di atas putih dan hanya dilandasi saling percaya, Yani tidak bisa menuntut persoalan ini sampai ke pengadilan. “Saya pasrah saja mas. Ya, beginilah nasib pengusaha kecil,” kenangnya.

 

Kasus yang dialami Yani, merupakan salah satu persoalan yang sering dialami oleh pengusaha kecil lainnya. Mereka tidak bisa melakukan tindakan apa-apa ketika dicurangi atau dibohongi oleh konsumen karena tidak adanya surat perjanjian atau kontrak perjanjan. Menjawab permasalahan tersebut hadirlah buatkontrak.com yang berkomitmen untuk membantu UKM ‘melek’ hukum dan mulai melindungi bisnisnya dengan payung hukum.

 

Founder dan Managing Partner buatkontrak.com, Rieke Caroline menjelaskan, sebagian besar UKM yang tidak mengerti bahasa hukum hanya akan menerima dan pasrah saja jika disodori kontrak oleh lawan bisnis atau menjalankan bisnis tanpa payung hukum dan hanya mengandalkan rasa percaya pada lawan bisnis. “Kami hadir dengan menawarkan jasa hukum yang murah dan dapat dengan mudah mereka akses  sehingga seluruh UKM dapat melindungi bisnis dari segi hukum,” tuturnya.

 

Guna memberikan informasi yang lebih jelas lagi tentang pentingnya kontrak perjanjian bagi UKM, buatkontrak.com menggelar press conference dan legal workshop di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM yang bertajuk “buatkontrak.com : Kami Untuk UKM”. “Kegiatan ini dilakukan, bertujuan untuk mengenalkan buatkontrak.com kepada para pelaku bisnis khususnya UKM, bahwa kini hadir jasa hukum yang murah dan dapat dengan mudah mereka akses, sehingga seluruh UKM dapat melindungi bisnisnya dalam segi hukum,” terang Rieke.

 

Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi kehadiran www.buatkontrak.com yang bisa membuat pelaku UKM di Indonesia melek hukum dan terlindungi secara hukum, terutama dalam hal pembuatan dan penerapan kontrak bisnis dengan mitra bisnisnya. “Masih banyak pelaku UKM yang buta akan kontrak bisnis, atau segan berurusan dengan bank yang juga ada kontraknya, dan sebagainya. Oleh karena itu, saya melihat bahwa kehadiran buatkontrak.com bisa membantu UKM dalam hal kontrak bisnis”, kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS, yang hadir pada acara konferensi pers tersebut.

 

Apalagi, lanjut Prakoso, pelaku UKM sudah memiliki pasar atau buyer hingga pasar di luar negeri. “Kita perlu intens sosialisasi ke pelaku UKM bahwa betapa pentingnya sebuah pemahaman terhadap kontrak bisnis. Jangan lagi para UKM alergi dengan kontrak bisnis, bercuriga terhadap kontrak bisnis, dan apa perlunya kontrak bisnis. ‎Saya melihat, pelaku usaha kecil yang akan naik kelas ke menengah, harus melek hukum, khususnya terkait pemahaman kontrak bisnis dengan pihak lain. Ini untuk menghindari penipuan dan melindungi usahanya”, tandas Prakoso.

 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rieke Caroline menjelaskan, pembentukan website ini didasari keinginan yang kuat untuk memberi perlindungan hukum kepada mitra UKM karena keterbatasan mereka terhadap akses hukum yang Sebetulnya mereka butuhkan. “Bila selama ini kita mengenal FinTech, ini disebut LegalTech. Yaitu, memadukan hukum dan teknologi yang pertama di Indonesia untuk melayani kebutuhan hukum pelaku UKM,” kata Rieke.

 

Rieke juga mengungkapkan, seringkali UKM menomorduakan kontrak bisnis yang pada akhirnya justru menjadi bumerang untuk usaha yang dijalani. Hingga akhirnya, terjerat oleh sengketa hukum akibat ketidaktahuan akan kontrak bisnisnya. “Berdasarkan itu, kami membetuk online platform yang dapat mengakomodir kebutuhan kontrak/perjanjian para mitra UKM agar ke depannya bisnis yang dijalani terhindar dari sengketa hukum,” paparnya.

 

Yang jelas, lanjut Rieke, www.buatkontrak.com memberikan kemudahan bagi mitra UKM untuk menggunakan jasa hukum tanpa perlu tatap muka, menghabiskan waktu dan jarak untuk appoinment‎. “Pengguna tinggal membuat akun secara gratis untuk memperoleh jasa lawyer buatkontrak.com. Pengguna dapat menulis hal-hal yang dia inginkan dalam kontrak tersebut yang nanti akan diterjemahkan dalam bahasa hukum oleh lawyer yang bergabung dalam buatkontrak.com, “ imbuhnya.

 

Menurut Rieke, buatkontrak.com hadir untuk memberi perlindungan hukum kepada mitra UKM karena keterbatasan mereka terhadap akses hukum yang sebetulnya mereka butuhkan. Beranjak dari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh Rieke Caroline saat kecil. Usaha keluarganya pun jatuh karena ketidakpahaman kontrak bisnis yang ditandatangani oleh ayahnya. “Seringkali UKM menomorduakan kontrak bisnis yang pada akhirnya justru menjadi bumerang untuk usaha yang dijalani, hingga akhirnya terjerat oleh sengketa hukum akibat ketidaktahuan akan kontrak bisnisnya,” ujarnya.

 

Saat ini, buatkontrak.com telah membantu lebih dari ratusan UKM. “Kami berharap kedepannya, dapat terus memberikan perlindungan hukum kepada teman-teman UKM hingga sampai ke seluruh penjuru Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh buatkontrak.com dengan memberikan workshop mengenai pentingnya kontrak bagi para pelaku usaha dan bagaimana memahami isi kontrak agar terhindar dari segala sengketa. Hal ini diharapkan, agar para UKM tidak lagi menomorduakan persoalan hukum dan menyadari akan pentingnya kontrak,” ungkap Rieke. (Achmad Ichsan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *