Warisan Budaya Nusantara Harus Dilestarikan

Batik merupakan hasil warisan budaya Nusantara yang telah diakui secara international. Batik bukan sekadar bahan pakaian untuk busana saja, tapi merupakan lembar kain yang memiliki ciri khas tertentu.

Pada proses pembuatan batik tentunya menggunakan tehnik, dimana tehnik tersebut harus menggunakan cairan lilin dalam pemberian gambar atau motif. Kain yang sudah di gambar menggunakan cairan lilin, kemudian diberi warna dengan cara pencelupan.

Konsep dasar membatik inilah yang dipertahankan serta dipegang teguh oleh Adiet, produsen batik dengan label Anitha Batik asal daerah Pekalongan. Menurut Adiet, proses pembatikan yang dilakukannya menitik beratkan pada batik terbarukan. Strategi ini diterapkan, untuk mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasar yang di minati oleh masyarakat luas, “Kini Anitha Batik mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya berbahan kain batik khas Pekalongan,” terangnya.

Ciri khas dari Anitha Batik dapat dilihat dari detail coraknya yang selalu bermuatan filosofi dan goresan nama sang pembatik di setiap karyanya, serta motif yang selalu mengikuti sejarah kebudayaan tanah Jawa.

Hingga kini, Anitha Batik telah menciptakan ratusan motif batik yang orisinil dan ratusan motif batik berdasarkan kriteria kuno dan modern yang telah dimodifikasi. Karakter produk Anitha Batik dapat terlihat dari penggunaan bahan bakunya, yakni pemilihan kain asli Indonesia yang berkualitas serta penerapan komponen-komponen warna yang lembut, berbahan kimia maupun alami.

Guna menjaga kualitas mutu produk untuk para pelanggan setia di seluruh nusantara, Anitha Batik telah mensertifikasi keaslian yang didaftarkan pada komunitas batik di Pekalongan.

“Ini dilakukan sebagai konsekuensi bahwa kami memberikan pelayanan berdasarkan jaminan mutu produk terbaik dan berkualitas tinggi. Komitmen inilah yang dipegang teguh Anitha Batik dalam menjaga kepercayaan publik.” Ujar Adiet.

Mitra BNI

Keterlibatan Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi salah satu bagian keberhasilan Anitha Batik.  Bank Negara Indonesia (BNI) telah memberikan berbagai fasilitas penunjangan diantaranya, pelatihan manajerial tentang proses desain produk, memberikan bantuan permodalan dengan suku bunga yang sangat ringan, hingga mekanisme dalam menentukan pasar yang ideal dan strategis serta berbagai kegiatan promosi yang berkesinambungan juga menjadi kunci sukse Anitha Batik.

Adiet mengaku, terjadi peningkatan pendapatan yang sangat pesat setelah mengikuti program mitra binaan BNI. Semula hanya mampu menjual batik cap saja dengan pendapatan Rp 25 juta perbulan, setelah mengikuti mitra binaan BNI pendapatan Anitha Batik kini mencapai Rp 200 juta perbulannya, yakni didukung dengan kegiatan yang kontinyu dan priodik yakni promosi di segala bidang seperti pameran produk di Jakarta yang langsung disponsori oleh BNI. (Agus Sukmadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *