Penggunaan Warna Alam Harus Mendapatkan Porsi Dalam Kerajinan Indonesia

Penggunaan warna alami pada tekstil tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk membeli ragam produk yang dihasilkan produsennya. Maka dari itu, Rahardi Ramelan membentuk organisasi Warlami (Gerakan Warna Alam Indonesia) yang terbentuk sejak tahun 2009.

Warlami merupakan wadah dan perwujudan semangat perajin serta penggiat pewarna alam Indonesia untuk menggairahkan penggunaan bahan pewarna alam dan serat alam sebagai bagian khas dan utama dalam menghasilkan serta membesarkan kriya ramah lingkungan.

Menggunakan pewarna alami tentunya memiliki banyak kegunaan dan manfaat. Zat pewarna alam memberikan reaksi yang sempurna dibandingkan dengan zat pewarna kimia, selain itu pewarna alam banyak ditemukan di alam Indonesia. Pewarna alam juga memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan zat warna kimia.

Profesor dari ITS Surabaya ini juga tengah aktif dalam mensosialisasikan penggunaan warna alami khususnya untuk tekstil dan serat kepada pelaku industri kreatif. Penggunaan pewarna alam seharusnya mendapat porsi yang serius dalam kerajinan Indonesia, karena pewarna alam Indonesia memiliki originalitas sebagai pewarna yang harus dilindungi sebagai pewarna khas dan milik bangsa Indonesia.

Warlami telah membangun jaringan keanggotaan yang terdiri dari para perajin, tenaga ahli, dan penggiat warna alam dan serat alam di 19 propinsi Indonesia. Dalam pandangan Rahardi Ramelan, Warlami merupakan  perkumpulan yang paling mendekati kriteria untuk mengeluarkan ecolabeling. Misi ke depan Warlami bisa menjadi satu-satunya lembaga yang bisa mengeluarkan ecolabeling  untuk  bahan  perwarna  alami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *