Tas Unik Dari Tripleks Bekas

Kayu lapis atau sering disebut tripleks merupakan sejenis papan pabrikan, yang terdiri dari lapisan kayu yang direkatkan bersamaan. Karena sifatnya yang dapat didaur ulang, dan penerapannya yang tidak terlalu rumit, elemen dari potongan tripleks bekas dapat diberdayakan menjadi berbagai kerajinan seni, yang memiliki nilai unggulan baik dari bentuk kreatif seni maupun nilai tambah ekonomis.

Tripleks bekas yang menurut sebagian masyarakat adalah sampah yang tak terpakai, tapi di tangan seorang perajin yaitu Doni Gunarto, tripleks bekas mampu menjadi produk yang menarik seperti tas, dan kerajinan lainnya.

Pria kelahiran tahun 1953 ini, menggunakan bahan tripleks dalam kreasi seninya. Berbekal pengalamannya sebagai desain interior ruangan mewah pada kapal pesiar dan ruang kabin pesawat pribadi, ia melihat peluang yang begitu besar dari potensi limbah dari bahan-bahan bekas, terutama bahan tripleks.

Lulusan STM kelistrikan ini pun, mengimplementasikan ide cemerlangnya dalam membangun susunan barang bekas dari tripleks menjadi sebuah tas mewah, berkualitas tinggi, elegan, dan unik.

Menurut Don Gunarto, persepsi terpenting adalah bagaimana menganggap berbagai barang tak terpakai seperti tripleks tersebut tidak dipandang sebelah mata. Kuci utamanya adalah, sebuah rasa kecintaan terhadap seni dan lingkungan terutama barang tak terpakai diolah menjadi sebuah tas. “Produk tas kerajinan saya, namanya Tridolbag,” jelas Don Gunarto.

Tas Tridolbag yang dibuat oleh pengrajin tripleks ini memiliki tekstur ganda, yang dibangun dengan proses yang sangat sederhana. “Saya menyusun serpihan lembaran bahan dijadikan satu menjadi bahan dasar, tanpa desain khusus dan berdasarkan kehendak hati, Sedangkan pembentukan pola penyatuan bahan dasar triplek bekas, menggunakan teknik pengeleman dan sentuhan khusus untuk menghasilkan ragam bentuk tas,” ujar Don.

Tas produksi rumahan ini memiliki karakter tersendiri, yang ditopang dengan finishing quality control yang kuat dari aspek akurasi teknisnya, pemberian warna berdasarkan aspek para pemakai yakni warna lembut yang digemari wanita seperti, putih, coklat muda, hijau, dan merah muda.

Selama 20 tahun bereksperimen dengan triplek, Tridolbag telah menempatkan diri sebagai produk berkarakteristik seni yang tinggi, dengan pencapaian nilai jual 15 juta perunit tas.

Selain tas yang sudah memasuki pasar internasional, khususnya kalangan pecinta fashion dunia, brand Tridolbag juga memproduksi karya seni lainnya ber bahan tripleks bekas seperti, tempat untuk kaca mata beraneka bentuk dan pewarnaan yang mengikuti gradasi dari karakter tripleks. (Agus Sukmadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *