Sampah Organik Diolah Jadi Produk Kreatif Oleh M Ari Aditya

Salah satu perajin yang memahami kebutuhan pasar akan produk seni yang berkualitas tersebut adalah Ari Aditya yang juga sebagai perancang mutu produk seni Pulau Lombok. Ari menceritakan, awal mula terjun sebagai perajin ketika ia bekerja di salah satu perusahaan seni interior terbesar di Pulau Lombok, dan diberikan kepercayaan untuk memimpin dan sekaligus menjadi desainer produk dari perusahaan milik orang Jerman, selama kurang lebih 3-4 tahun. Dari perusahaan inilah, ia belajar mengolah berbagai macam benda-benda alam seperti daun, biji-bijian, dan ranting pohon untuk dijadikan produk souvenir.

Memiliki komitmen dan cita-cita yang tinggi untuk menjadi pengusaha yang mandiri, dengan metode dan teknik yakni tenaga dan bahan baku asli Nusantara, Ari Aditya memutuskan keluar dari perusahaan tersebut.

Kemudian Ari Aditya pun mulai merintis usaha dibidang bunga kering dan hiasan lain, berbahan dasar sampah organik di rumahnya, tidak sulit baginya untuk mendapatkan beberapa jenis bahan baku karena semua sudah tersedia di alam, bahkan banyak terbuang dan dianggap sampah, fokus perancangan dan penerapan elemen pendukungnya, terciptalah produk berkelas untuk mempercantik tata ruang berkaitan dengan benda-benda dekorasi, seperti furniture, lukisan, lampu, tanaman indoor, cermin, cat dinding, partisi, maupun wallpaper.

Sebagai perusahaan baru dengan label Lombok Naturals, yang memanfaatkan sampah organik, menjadi merk produk Ari. Mengubah sampah menjadi benda seni adalah keahlian perusahaan ini sebagai ekspotir bunga kering dan souvenir dari benda-benda natural. Lombok Naturals terbilang sukses, sejak akhir tahun 2008 hingga kini menurut Ari Aditya, perusahaan yang dipimpinnya telah memproduksi ribuan karya seni dari kerajinan buah kering untuk hiasan dekoratif dalam mempercantik interior rumah, dan saat ini sudah merambah pasar luar negeri, kebanyakan permintaan datang dari Amerika Serikat, Israel, dan Eropa.

Selain itu Lombok Naturals menerapkan bahan baku produk kerajinan seperti sampah organik dari rotan, kayu padang pantai, mahoni, dan kilang-kilang yang kemudian di keringkan untuk dijadikan benda kreatif yang mempunyai nilai tambah.

Ari Aditya menuturkan, modal awal yang disiapkan untuk merakit usaha ini sekitar Rp 30 juta, dengan rancangan yang mengarah pada sebuah solusi, untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia dalam mengatur benda-benda yang ada di dalam ruangan, konsepsinya adalah menciptakan produk terbaru, unik kreatif, klasik, dan elegan yang mencakup, semua unsur yang ada di dalam suatu bangunan, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, hingga kamar mandi.

Dalam meningkatkan kualitas mutu produk dan demi mencapai target pasar yang ideal, pihaknya telah melakukan kemitraan kerja dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara yakni di sektor perbankan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI), melalui program binaan tersebut Lombok Naturals mendapatkan pengalaman, ilmu dan pengetahuan, fasilitas permodalan, serta memberikan bantuan berupa perizinan ekspor-impor yang terintegrasi dengan kelembagaan terkait.

Kreatifitas seni dari maha karya Lombok Naturals, menurut Ari Aditya bukan sekadar membangun seni sampah organik menjadi nilai ekonomis semata, tetapi seni adalah penjiwaan kami yang diselimuti oleh keberagaman budaya, sehingga unit usaha yang digiatkan oleh Lombok Naturals, mampu menciptakan karya seni yang terbaru secara kontenporer, dapat menghiasi keindahan tata ruang di seluruh penjuru dunia. (Agus Sukmadi)

 

InacraftMagz/Agus Sukmadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *