Inovasi Kerajinan Daerah

Pengembangan inovasi tidak harus meninggalkan nilai tradisi. Justru nilai tradisi yang berkembang di Indonesia dapat dijadikan landasan jati diri produk kerajinan Indonesia meski harus disesuaikan dengan selera dan keinginan pembeli.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Jusuf Kalla, beberapa waktu yang lalu meresmikan Pusat Inovasi Tenun Pandai Sikek di Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat. Mufidah meminta kepada perajin untuk mematenkan hak cipta sebelum diakui sebagai hak cipta pihak atau negara lain.

Sejumlah daerah lain di Indonesia juga mengembangkan pusat inovasi kerajinan yang bertujuan menstimulasi ide baru untuk menaikkan daya jual dan produktivitas industri lokal. Pusat inovasi kerajinan daerah juga bertujuan mendorong pengenalan yang efektif akan pendekatan, proses, teknologi dan sistem inovatif guna meningkatkan daya saing.

Kegiatan utama dari inisiatif pengembangan inovasi kerajinan daerah adalah penyelenggaraan kompetisi terbuka berbasis inovasi untuk mendorong para pengusaha datang dengan konsep baru, yang akan diikuti oleh boot camp di mana para calon terpilih akan menerima dukungan profesional untuk mengembangkan ide dan produk mereka, termasuk pemasaran dan branding, manajemen keuangan, hak kekayaan intelektual, dan perencanaan bisnis.

Hal tersebut di atas merupakan kegiatan yang dilakukan dalam inisiatif “Yogya yang Berinovasi” atau “Innovating Jogja”, diluncurkan pada bulan Juli 2016 lalu dan mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Bank BNI, Universitas dan berbagai pihak swasta.

Pengembangan inovasi produk dan pengembangan kreatifitas warga masyarakat memang tidak pernah berhenti. Kota Bandung, misalnya, menargetkan bisa menyusul Seoul, Ibu Kota Korea Selatan, menjadi Kota Kreatif Unesco sekaligus menyejajarkan Kota Kembang dengan kota-kota lainnya di dunia.

Kota Bandung diajukan sebagai Kota Kreatif dari sektor desain, artinya Kota Bandung menjadi trend setter dalam kreativitas pembuatan desain. Pada saat ini sudah ada 37 Kota Kreatif Unesco, dan Kota Bandung akan segera menyusul, meski tentunya perlu kerja keras dari semua elemen penggerak kreatif.

Selain itu, Bali juga mengembangkan pusat industri kreatif sebagai salah satu pilar penting dalam membangun ekonomi nasional. Industri kreatif mampu menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing di era globalisasi, sekaligus juga menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Dalam upaya pengembangan industri kreatif nasional, salah satu langkah strategis yang telah dilakukan Kementerian Perindustrian adalah mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC) di Denpasar, Bali. BCIC dapat menjadi solusi atas masalah yang kerap dihadapi pelaku industri, khususnya industri kecil dan menengah.

Sebagai Center Of Excellence industri kreatif nasional, BCIC telah dilengkapi dengan prasarana dan sarana untuk membangung industri kreatif. Sebagai ‘rumanya’ orang kreatif, BCIC diyakini akan melahirkan ide inovatif, kreator baru, sehingga tercipta suatu produk berkualitas tinggi yang tentunya memiliki nilai jual dan mampu bersaing menghadapi era perdagangan bebas.

Secara umum BCIC mempunyai lima peran utama, yaitu sebagai Pusat Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Pusat Promosi dan Pemasaran, Pusat Pengembangan Industri Software dan Konten, serta Pusat Inkubasi Bisnis. (Ahmad Jauhari)

 

Inacraftmagz/Ahmad Jauhari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *