Between The Lines Pamerkan Karya Seri Perangko dan Karya Seri Rajut

Jakarta – Guntur mengungkapkan pameran Between The Lines kali ini menghadirkan 15 karya lukisan (mix media) yang terdiri dari karya seri perangko dan seri rajut. Pria yang merupakan dosen di Desain Komunikasi Visual di ITB ini mengungkapkan bahwa, dirinya telah menyiapkan karya-karya tersebut sejak awal tahun 2015, dimulai dari melanjutkan riset mengenai tema karya, diskusi bersama kuartor, pencarian ide visual, pemotretan materi visual hingga eksekusi karya.

 

IMG_9651

Pada karya seri Perangko, Seniman kelahiran Kudus ini menyajikan dua visual yang kontradiktif dalam sebuah kanvas. Tokoh yang disematkan dalam prangko adalah tokoh yang terkenal akan ideologinya, sedang latar belakang prangko digambarkan sebagai kondisi yang berlawanan dengan ideologi tersebut.

“Tentunya objek prangko yang diambil berdasarkan perannya sebagai penanda masa, siapa pun yang masuk ke dalam prangko menandakan bahwa ia adalah tokoh penting dalam suatu masa. Dalam karya ini saya banyak terinspirasi dari pengalaman ia semasa bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia, sebagai ilustrator untuk prangko Indonesia,” Jelasnya.

IMG_9592

Sementara pada karya seri rajut, Guntur lebih menekankan pesan akan ideologi atas tokoh yang ia gambarkan pada karya-karyanya, “Untuk karya seri rajut, saya menjejerkan dua kanvas yang terdiri dari kanvas yang menampilkan ilustrasi yang terbuat dari rajutan benang merah mewakili semangat perjuangan yang telah diproses sedemikian lama.”

Karya-karya untuk seri rajut terinspirasi dari karya Guntur sebelumnya, yaitu ‘Menjelujur Sejarah’ dimana karya tersebut menggambarkan pengalaman Guntur dalam menelusuri sejarah Indonesia, melalui tokoh Bung Karno dan Soeharto. Kali ini ia menambahkan sejumlah tokoh bersejarah lainnya seperti R.A Kartini sebagai tokoh wanita sekaligus Ibu Pendidikan Indonesia, serta Chairil Anwar dengan nasionalisme yang kuat.

Rizki A. Zaelani sebagai kuartor pameran mengatakan bahwa karya-karya Guntur pada pameran Between The Lines kali ini lebih dari sekedar makna sebagai ‘sesuatu yang tersirat’, namun juga menjadi ‘demonstrasi’ bagi semacam pengalaman menikmati ketertiban, harmoni, dan keterampilan dalam kontras dan penumpukan garis-garis yang dikerjakan secara intens.

Inacraftmagz/Ade Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *