Mengupas Keindahan Alam Banda Neira

Jakarta – Banda Neira dikenal sebagai salah satu dari enam pulau di Kepulauan Banda, berada dalam tatanan geografis Maluku Tengah. Sejak abad pertama 600 sebelum masehi, dataran Banda telah menjadi produsen tunggal rempah-rempah seperti pala dan fuli, yang diburu oleh bangsa China, India, Arab, kemudian datangnya bangsa Moro pada tahun 1500-an, bangsa Portugis ditahun 1611 serta diikuti bangsa Inggris dan Belanda pada tahun 1621.

Dataran Kepulauan Banda Neira adalah gugusan kepulauan yang berjajar di Laut Banda. Berdasarkan administratif pemerintahan daerah, Pulau Banda dijadikan wilayah kecamatan dengan ibu kota kecamatannya yaitu Neira, yang berada dalam sistem pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Jumlah pulau dalam gugusan Kepulauan Banda sebanyak 10 pulau, terdiri dari 7 pulau yang berpenghuni dan 3 pulau yang tidak berpenghuni.

Masyarakat di Kepulauan Neira, mencerminkan karakteristik masyarakat yang multi kultur, yang didasari pada kesamaan-kesamaan nilai budaya sebagai representasi kolektif, artinya sudah menjadi identitas daerah, untuk dapat ditumbuh kembangkan jiwa semangat dan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus melestarikan budaya, sebagai sumber inspirasi dan modal sosial yang turut menentukan keberhasilan pemerintahan, pembangunan, dan kemaslahatan, demikian yang diutarakan Bupati Maluku Tengah, H. Tuasikal Abua.

Kepulauan Banda memiliki beberapa desa-desa yang eksotik seperti desa Lonthoir, terletak di pulau Banda Besar, sebuah perkampungan asri, tenang, teduh dengan beragam rimbunan pepohonan besar yang menyelimuti benteng Holandia, kebun pala dan kenari, sumur air serta fakta nyata yang mempesona adalah desa Lonthoir mampu menyuguhkan pemandangan sunset didekat dermaga dengan segala kesempurnaan panorama garis pantainya.

Keunikan lainnya yang terdapat dijajaran kepulauan Neira adalah adanya pulau kecil bernama pulau Nailaka, pulau Rhum, dan pulau Pisang, pulau Nailaka tidak berpenghuni, dengan karakter garis pantainya yang unik dari gugusan batu karang hingga ketika air laut surut para wisatawan bisa menyebrang ke pulau Rhum, dimana berdasarkan cerita sejarah pulau ini pernah ditukar dengan pulau Manhattan, karena adanya perseteruan politik antara Inggris dan Belanda untuk menguasai rempah rempah di pulau tersebut.

Pesona keindahan Kepulauan Banda memang sangat terkenal, perairan lautnya yang mencapai kedalaman 6.500 meter, dengan air cukup hangat serta keindahan bawah laut yang menjadi sektor andalan sebagai salah satu surga bagi para penyelam dunia, yang memuat lebih dari 25 titik daerah penyelaman. (Agus Sukmadi)

 

Inacraftmagz/Ade Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *