Glasir Membuat Warna Keramik Indah dan Alami

Jakarta – Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil hingga sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, agar lebih kedap air, dan menambahkan efek tertentu sesuai keinginan.

Dalam eksperimen yang menggunakan badan keramik setengah kering, setelah di hias atau di finishing, tunggu hingga kering dan setelah kering sudah bisa dilakukan pembakaran. Berikut adalah hasil dari campuran skip tanah dan oksida kopper, dengan campuran 150 gr skip tanah dan 50 gr oksida copper.

Setelah mengalami pembakaran dengan suhu 1200 oC efek yang di timbulkan seperti lelehan-lelehan besi yang dilebur dan mengeras, dari segi warna yang di hasilkan agak hitam ke abu-abuan terlihat mengkilat bila terkena cahaya. Penyebab dari efek ini adalah dari kandungan oksida copper, yakni berupa kandungan bahan logam tembaga.

Melihat dari hasil campuran skip tanah dan oksida copper ini, hanya cocok diterapkan pada benda seni. Hal ini di sebabkan karena finishing ini mengandung bahan logam yang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh jika digunakan sebagai benda pakai, serata hasil dari pembakaran ini pun agak bertekstur kasar.

Produk-produk keramik setelah melalui tahap pengglasiran.
Produk-produk keramik setelah melalui tahap pengglasiran.

Tehnik Campuran Glasir

Pada campuran ini, lebih menekankan tehnik-tehnik yang akan diterapkan. Adapun tehnik-tehnik tersebut adalah

1. Tehnik Cap

Tehnik ini dilakukan dengan cara menuangkan glasir pada spon dan langsung di capkan pada badan keramik yang sudah di bakar biskuit. Dalam penerapannya warna glasir yang digunakan adalah warna hijau, coklat, dan transparan. Warna yang dihasilkan pada tehnik ini cenderung dominan muncul adalah warna coklat, baik itu coklat agak muda dan coklat tua. Warna coklat muda disebabkan oleh dominannya tumpukan warna glasir transparan dan hijau, akan tetapi warna hijau cenderung kalah oleh warna coklat dan transparan.

2. Tehnik Menghusap

Pada tehnik ini, glasir dengan warna coklat, hijau dan transparan dituangkan dalam badan keramik dan di husapkan untuk meratakan glasir ke seluruh badan keramik. Hasil dari tehnik tersebut cenderung menghasilkan warna glasir coklat yang kuat lebih dominan menonjol dan menutupi warna glasir lain. Namun, warna tersebut tidak rata sehingga hanya tebal pada beberapa bagian saja. Tektur yang dihasilkan pada tehnik ini cenderung berupa garis-garis  lurus, yang ditimbulkan dari husapan spon saat meratakan glasir ke seluruh badan keramik.

3. Tehnik Menggoyang

Tehnik menggoyang dilakukan dengan menuangkan warna glasir ke badan keramik, kemudian badan keramik digoyangkan agar warna glasir menutupi seluruh badan keramik. Pada tehnik ini tumpukan antara dua warna menghasilkan suatu warna yang baru dan unik, hasil dari menggoyang glasir memberikan efek dan pola yang tak bisa ditiru kembali. Hasil yang didapatkan pada tehnik ini sangat cocok diterapkan pada karya seni, bilamana menginginkan suatu finishing warna yang terkesan unik dengan goretan-goretan yang natural.

Dari hasil eksperimen di atas dapat disimpulkan bahwa setiap campuran diatas memiliki keunikan serta kekurangan masing-masing, semua itu tergantung bagaimana cara memanfaatkan campuran-campuran tersebut dalam sebuah karya. (Adyan Soeseno)

 

Inacraftmagz/Ade Fitri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *