Membangun Bisnis Melalui Aktifitas Sehari-hari

Inspirasi bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk dari kehidupan yang dialami sehari-hari. Bahkan, dalam mengurus bayi pun bisa menemukan kreatifitas membuat pakaian untuk kebutuhan bayi.

Asri Aldina tak sengaja terjun menjadi perajin di bidang fesyen anak-anak. Ditengah kesibukannya mengurus balita berusia satu tahun enam bulan, perempuan 32 tahun ini ternyata mampu menjalankan usahanya yang dirintis sejak 2013 hingga mencapai kesuksesan.

Dina, sapaan akrabnya mengisahkan, ketika melahirkan Alaia Durar El-Ikhsan banyak menerima kado pakaian bayi, ia mengalami kesulitan mencari headband untuk dipadukan dengan pakaian sang anak. Alhasil, ia pun membuat sendiri headband untuk sang buah hati. Aksesoris kepala yang dibuat saat itu pun, kemudian ia pajang di media sosial.

Tak terduga, foto-foto hasil karyanya banyak diminati. Akhirnya, banyak koleganya yang bertanya dan meminta dibuatkan produk sejenis. Permintaan aksesoris untuk pakaian bayi buatannya pun berlanjut sampai saat ini. “Ternyata bisnis clothing untuk fesyen bayi dan anak-anak sangat menjanjikan.” ujar Aldina.

Perempuan kelahiran 21 Desember 1986 ini mengatakan bahwa, modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp 20 juta. Modal tersebut untuk membeli bahan baku awal, peralatan produksi seperti mesin jahit, serta merancang logo dan kemasan produk.

Brand Palace of Alaia resmi di luncurkan pada Oktober 2014 lalu dengan konsep produk ready to wear khusus newborn hingga bayi usia 3 tahun. Bisnis tersebut dijalankan secara online melalui akun Instagram dengan nama yang sama. Ada beragam jenis pakaian yang ditawarkan antara lain, kaos, dress, jumpsuit, dan kaftan.

“Diferensiasi kami dibandingkan dengan online shop lainnya adalah kami memberikan bonus headband atau headwarp setiap pembelian jumpsuit, dengan begitu para orangtua menjadi lebih mudah untuk mix and match.” jelas Dina.

Menyadari persaingan dalam bisnis tersebut sudah cukup ketat, Dina melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan selektif dalam memilih corak kain dan jenis bahannya. Selain itu, ia merancang sendiri desain produknya agar tampil beda. Begitu juga untuk sistem penjualannya.

Menurut Dina, usaha dalam bidang fesyen tidak melulu menjadi milik para pemodal besar. Usaha ini juga bisa dilakukan dengan modal kecil, dan bahkan menjadi salah satu usaha sampingan yang menjanjikan. “Kalau dijalankan dengan fokus, hasilnya pasti akan lebih maksimal. Selama kita memiliki desain yang unik dan mengutamakan kualitas, produk usaha rumahan pun pasti dapat bersaing dengan produk fesyen anak-anak impor atau buatan konveksi besar.” ujarnya. (Achmad Ikhsan)

 

Inacraftmagz/Ade Fitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *