Raup Jutaan Rupiah Hanya Dari Cangkang Telur

Telur yang biasa dimakan sehari-hari menghasilkan limbah berupa kulit atau cangkang yang kebanyakan dibuang. Namun, di tangan orang-orang terampil dan kreatif, kulit telur bisa menjadi kerajinan dengan berbagai motif yang sangat indah dan artistik.

Kulit telur yang dicat menjadi hiasan tidak kalah menarik dengan kerajinan lainnya. Beberapa kulit telur yang dapat dijadikan kerajinan, antara lain kulit telur ayam, bebek, burung puyuh, burung kasuari, hingga yang terbesar ialah kulit telur burung onta. Ternyata, kerajinan kulit telur banyak diminati dan bernilai ekonomi cukup tinggi hingga jutaan rupiah.

Inacraft_magz_edisi 29_2_Low 2


Kreativitas dan inovasi menjadi modal dasar dalam mengembangkan usaha lukisan cangkang telur ini. Made Mahardike menjadi salah satu pelaku usaha yang membuat lukisan dengan cangkang telur sebagai alas lukisnya. Hanya bermodal cat lukis, kuas, dan cangkang telur kerajinannya ini sampai menembus pasar luar negeri.

Saat ini Made Mahardike bisa dikatakan sudah tidak terlalu memikirkan permasalahan di dalam pemasaran. Setiap bulan, ia sudah kebanjiran order lukisan telur untuk dikirim ke luar negeri. Bahkan, pesanan dari kawasan wisata nasional pun juga tak kalah ramai.  Di Desa Bitera, Kecamatan Gianyar, Bali, Made merupakan salah satu perajin lukisan cangkang telur yang cukup produktif. Ia menuturkan, dulu hampir semua masyarakat di Desa Bitera berprofesi sebagai pelukis kertas.

Kemudian sekitar 1990-an, pelukis Made Supto mengundang pelukis kulit telur asal Swiss untuk mengajarkan cara melukis di cangkang telur. “Kami diajarkan cara melukis di cangkang telur yang dulu belum pernah ada di seni,” ucapnya.

Made mengatakan, tema lukisan yang dituangkan dalam cangkang telur berupa kisah-kisah pewayangan atau keindahan panorama Pulau Dewata. Ia pun memajang hasil kreasinya di sebuah galeri kecil dengan memanfaatkan sebagian ruangan ruamahnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Made juga membuat workshop. Di tempat tersebut, selain sebagai etalase penjualan produk-produk kerajinan cangkang telurnya, ia juga memberikan pelatihan bagaimana cara membuat lukisan pada cangkang telur ke pengunjung yang datang.

Namun, Made mengakui ada sedikit kendala dengan pesanan dari telur asli. Selain sulit dicari, telur asli juga rentan pecah. Akhirnya, Made dan perajin cangkang telur lainnya mencari solusi yang pada akhirnya mereka memanfaatkan kayu albasia sebagai bahan baku kerajinan sebagai pengganti kulit telur unggas.

Kayu albasia dipilih karena mudah dibentuk hingga menyerupai telur asli. Selain itu, harganya lebih murah dan yang terpenting tidak mudah pecah. Menurutnya, inovasi ini tidak mempengaruhi minat pembeli dari luar negeri, dengan bahan baku kayu tersebut harga lukisan menjadi lebih murah.

Bermitra dengan BANK BRI

Awalnya, Made Mahardike berhubungan dengan BANK BRI ketika ia berniat untuk menambah modal demi mengembangkan usaha cangkang telurnya. Kemudian, ia mendapat informasi bahwa BANK BRI memiliki layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang bisa digunakan untuk menambah modal usahanya.

Made mengakui, banyak manfaat yang didapat setelah ia menjadi mitra binaan BANK BRI. Selain modal pinjaman yang digunakan untuk membeli bahan baku, Made juga sering diajak mengikuti beberapa pameran. Ia pun berharap, BANK BRI selalu membantu usahanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *